
RADARSINGAPARNA – Adaptive prompting dan kontekstual prompt kini jadi tren utama di dunia AI.
Keduanya membuat interaksi lebih personal dan relevan.
Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya membaca instruksi, tetapi juga memahami konteks pengguna untuk menghasilkan jawaban lebih akurat.
Hasilnya, AI terasa lebih pintar, fleksibel, dan seolah benar-benar memahami kebutuhan manusia.
Adaptive prompting memungkinkan AI menyesuaikan jawaban berdasarkan preferensi.
Sementara itu, kontekstual prompt menambahkan lapisan personalisasi pada setiap instruksi.
Bagaimana Adaptive Prompting Bekerja
Adaptive prompting membuat AI belajar dari pola interaksi.
Sistem menyesuaikan jawaban sesuai gaya bahasa, topik, dan tujuan pengguna.
Contohnya, pengguna bisnis akan mendapat respon formal.
Sedangkan pelajar mungkin mendapat jawaban lebih sederhana.
Kontekstual prompt membantu AI memahami latar belakang instruksi.
Misalnya, perintah “buat ringkasan” bisa berarti ringkasan akademis atau ringkasan ringan untuk media sosial.
Dengan konteks pengguna, AI bisa membedakan kebutuhan tersebut.
Ini berbeda dengan prompt standar yang kaku.