Namun, di balik semua kecanggihannya, AI juga menyimpan risiko besar.
Semakin banyak data pribadi diproses—mulai dari kesehatan, lokasi, hingga kebiasaan belanja—semakin tinggi potensi penyalahgunaan.
Privasi data di era AI bisa terancam jika regulasi tidak jelas. Ada kemungkinan data digunakan untuk kepentingan komersial tanpa izin, atau bahkan jatuh ke tangan peretas yang memanfaatkan kelemahan sistem.
Untuk menghindari hal ini, pengguna juga bisa belajar dari rahasia membuat prompt AI yang tepat agar hasil maksimal.
Karena cara kita “berbicara” dengan AI dapat memengaruhi ruang lingkup data yang ia akses.
Agar tetap aman, pengguna maupun perusahaan perlu proaktif. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Aktifkan enkripsi dan autentikasi ganda pada aplikasi berbasis AI.
Manfaatkan perlindungan data pribadi dengan AI seperti face recognition yang lebih aman.
Cek kebijakan privasi aplikasi sebelum memberikan izin akses data.
Selain itu, pahami juga kesalahan umum membuat prompt AI dan cara menghindarinya.
Salah memberi instruksi bisa membuat AI mengambil data di luar batas yang seharusnya, meningkatkan risiko kebocoran informasi.
RADARSINGAPARNA - OpenAI Sora 2 resmi diluncurkan sebagai aplikasi video AI baru. Platform ini dirancang…
RADARSINGAPARNA - Meta Vibes resmi hadir sebagai tren baru video generatif. Platform ini memungkinkan pengguna…
RADARSINGAPARNA - Adobe Firefly Boards resmi dirilis dengan inovasi besar. Platform ini menghadirkan video AI…
RADARSINGAPARNA - Di era digital saat ini, banyak orang ingin merasakan pengalaman liburan tanpa harus…
RADARSINGAPARNA - Drama Korea tidak hanya populer karena alur cerita yang menarik, tetapi juga karena…
RADARSINGAPARNA - Kini, royalti konten bisa mengalir otomatis bagi para penerbit digital. Microsoft AI Marketplace…
This website uses cookies.