Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan hadiah bagi warga yang membantu mengungkap keberadaan terduga pelaku penganiayaan berat terhadap seorang perempuan. -Dok. Disway.id-
RADARSINGAPARNA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan keprihatinan dan kemarahannya atas kasus dugaan penganiayaan berat terhadap seorang perempuan di Jawa Barat.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah korban dilaporkan mengalami luka serius akibat dugaan kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekatnya.
Menurut informasi yang disampaikan Dedi, korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan hingga menyebabkan cedera berat pada bagian wajah dan tubuh.
Dikutip dari laman resmi Bapenda Jabar, Dedi mengungkapkan kondisi korban sangat memprihatinkan.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban diduga kehilangan fungsi penglihatan pada kedua mata akibat tindakan kekerasan yang dialaminya.
Selain itu, korban mengalami sejumlah luka berat yang memerlukan penanganan medis.
Peristiwa tersebut dinilai sebagai tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan menimbulkan keprihatinan mendalam.
Dia mengaku sangat terpukul setelah mengetahui kondisi korban dan berharap proses hukum dapat berjalan secepat mungkin.
Dalam keterangannya, Dedi menyebut terduga pelaku bernama Taupik Hidayat. Hingga kini, yang bersangkutan masih diburu aparat penegak hukum.
RADARSINGAPARNA.COM – Piala Dunia FIFA selalu menjadi panggung terbesar bagi para pesepak bola terbaik dunia.…
RADARSINGAPARNA.COM – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 semakin menarik. Hingga Rabu 24 Juni…
RADARSINGAPARNA.COM – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka rekrutmen calon hakim Pengadilan Pajak 2026. Seleksi calon hakim…
RADARSINGAPARNA.COM – Kawasaki memperkenalkan jajaran motor off-road KX dan KLX model tahun 2027 untuk kalangan…
RADARSINGAPARNA.COM – Persib Bandung melakukan perombakan skuad setelah berakhirnya Super League musim 2025/2026. Empat pemain…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah terus memperkuat pengelolaan sumber daya negara sebagai upaya menekan kebocoran anggaran yang…
This website uses cookies.