Dia juga beralasan Kebetulan saat itu dalam kondisi terburu-buru. Sedangkan di SPBU mengantre. Karena itu, sopir inisiatif mengisi Pertalite.
”Saat itu ada tamu dari teman-teman PMII kalau tidak salah, maka sopir berinisiatif mengisi itu,” katanya saat ditemui Radarsingaparna.com di kantornya.
Dia juga berdalih saat itu akan berangkat ke Bandung. Untuk perjalanan Tasikmalaya – Bandung biasa mengisi BBM Rp 400.000.
Bahkan, kata dia, saat itu sopir sempat bertanya kepada petugas SPBU, apakah mengisi BBM dengan Pertalite tidak masalah?
”Kalaupun saat itu ditolak kami juga tidak masalah. Selanjutnya diisi lah oleh petugas SPBU itu,” kata dia, Selasa 6 Agustus 2024.
Mobil pelat merah dengan nomor polisi Z 1227 N itu merupakan operasional Kemenag yang digunakan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha.
”Iya itu operasional Kemenag dan digunakan oleh saya setiap harinya,” ujar dia.
Asep Bahria menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang membuat gaduh di tengah-tengah masyarakat.
”Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat. Ini keteledoran. Ini saya yakinkan tidak akan terjadi lagi. Dan, ini yang terakhir,” tegas dia.









