Pada aspek akses, penilaian berfokus pada konektivitas, kemudahan visa, serta dukungan infrastruktur transportasi yang tersedia bagi wisatawan.
Sementara aspek komunikasi mencakup kemampuan bahasa, promosi destinasi, dan kesadaran para pelaku pariwisata terhadap kebutuhan wisatawan muslim.
Adapun aspek lingkungan menilai faktor keamanan, keberlanjutan, utilitas dasar, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pada aspek layanan, penilaian mencakup ketersediaan tempat ibadah, makanan halal, fasilitas ramah muslim di bandara, akomodasi pendukung, hingga atraksi wisata yang mengangkat warisan budaya Islam.
Secara keseluruhan Indonesia meraih skor 79, yang menjadi nilai tertinggi sepanjang partisipasi Indonesia dalam pemeringkatan GMTI.
Pencapaian tersebut dinilai sebagai hasil dari berbagai upaya penguatan ekosistem wisata ramah muslim yang dilakukan secara berkelanjutan.
Sejumlah program yang telah dijalankan antara lain penguatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro di desa wisata, pengembangan 15 destinasi wisata ramah muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index 2025, promosi melalui Indonesia.travel, serta penyusunan berbagai pedoman dan petunjuk teknis pengembangan destinasi.
RADARSINGAPARNA.COM - Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PUTRLH)…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) menggelar Pelatihan Initial…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mencatat prestasi dengan menyabet gelar Juara Umum Anugerah…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama tim gabungan menggelar operasi penertiban kendaraan untuk meningkatkan kepatuhan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Agama mulai menyusun materi edukasi sebagai tindak lanjut atas Peraturan Presiden Nomor…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Indonesia memutuskan mengubah komposisi delegasi yang akan menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi…
This website uses cookies.