Home Teknologi Jangan Kebanyakan Contoh! Efek Buruk Few-Shot Prompting

Jangan Kebanyakan Contoh! Efek Buruk Few-Shot Prompting

Ilustrasi flat design tentang few-shot overuse, AI kewalahan dengan terlalu banyak contoh dalam prompt.
Ilustrasi sederhana bagaimana terlalu banyak contoh dalam prompt membuat AI kewalahan dan menghasilkan kesalahan.

RADARSINGAPARNA.COM – sering dipuji sebagai teknik ampuh.

Namun, justru bisa membuat salah memahami konteks.

Terlalu banyak contoh dapat membingungkan model.

Hasilnya, output jadi tidak konsisten dan sulit diprediksi.

Metode ini sering digunakan untuk melatih cepat.

Sayangnya, kelebihan contoh tidak selalu menghasilkan jawaban lebih baik.

Sebaliknya, kesalahan prompt justru meningkat.

bisa menyalin pola salah dari contoh yang diberikan.

Agar efektif, optimasi prompt diperlukan.

Pengguna harus tahu batas ideal jumlah contoh dalam instruksi.

Bagaimana Bekerja

Few-shot prompting membuat belajar dari contoh singkat.

Contoh biasanya hanya beberapa baris atau kasus sederhana.

Teknik ini membantu AI mengenali pola tanpa khusus.

Output jadi lebih relevan sesuai permintaan pengguna.

Namun, terjadi ketika contoh diberikan berlebihan.

AI dipaksa menganalisis data terlalu banyak sekaligus.

Hal ini bisa membuat AI salah fokus. Alih-alih menjawab, model malah meniru struktur contoh.

Contoh: pengguna memberi 10 pertanyaan dan jawaban.