Sementara itu, Mutiara menilai babak semifinal menjadi pertandingan yang paling menguras tenaga dan konsentrasi akibat ketatnya persaingan angka.
“Alhamdulillah, aku bersyukur bisa membanggakan orang tua, sekolah, dan daerah. Semifinal menjadi pertandingan yang paling berat karena poinnya saling kejar terus,” kata Mutiara.
Prestasi tersebut lahir berkat dukungan penuh dari orang tua, guru, dan teman-teman yang terus memberikan motivasi selama proses latihan hingga pertandingan.
Menghadapi O2SN tingkat nasional, keduanya berkomitmen meningkatkan kualitas fisik, teknik, dan kebugaran agar mampu bersaing dengan atlet terbaik dari seluruh Indonesia.
Suthan menjadikan pebulu tangkis Jepang Kento Momota sebagai panutan karena gaya bermainnya sesuai dengan karakter permainannya.
Di sisi lain, Mutiara mengaku terinspirasi oleh pebulu tangkis Korea Selatan An Se-young yang dikenal memiliki daya tahan serta mental bertanding yang kuat.
Bekal pengalaman menjadi juara tingkat Jawa Barat diharapkan menjadi modal penting bagi Suthan Akram Maulana dan Mutiara Asy Syifa untuk mengharumkan nama provinsi pada O2SN tingkat nasional.
Page: 1 2
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengukuhkan capaian di tingkat Provinsi Jawa Barat melalui penghargaan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan rata-rata kecepatan internet nasional mencapai 100 Mbps…
RADARSINGAPARNA.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp4,5 miliar…
RADARSINGAPARNA.COM - Ampera Waterpark Tasikmalaya dipadati wisatawan selama masa libur sekolah dengan mayoritas pengunjung datang…
RADARSINGAPARNA.COM - Program diskon tarif penyeberangan selama masa libur sekolah telah dimanfaatkan oleh 1.086.400 penumpang…
RADARSINGAPARNA.COM - Suasana Pantai Santolo di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, dipenuhi ribuan masyarakat…
This website uses cookies.