Keberagaman blok ini menambah keindahan pemandangan perkebunan teh yang sangat menawan.
Selain itu, sejak tahun 2014, kawasan ini juga mulai dibudidayakan tanaman jeruk seluas 15,85 hektar di kawasan Afdeling tengah.
Tanaman jeruk di sini terdiri dari beberapa jenis, seperti jeruk Kepok Garut, Kepok Batu, Kepok Madura, dan Kepok Trigas.
Ekowisata dan Kampung My Darling
Dayeuh Manggung tidak hanya dikenal dengan kebun tehnya, tetapi juga dengan potensi ekowisata yang dikembangkan di Kampung “My Darling”.
Kampung ini merupakan hasil kreativitas warga setempat sejak awal tahun 2017 dan mengusung prinsip “Azas Manfaat”.
Azas ini mengajarkan pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai hiasan untuk mempercantik hunian.
Keunikan kampung ini terletak pada dinding-dinding rumah yang terbuat dari kayu dengan lukisan mural tiga dimensi, yang semakin menambah daya tarik tempat ini.
Kampung Amsterdam dan Agrowisata
Di dalam kawasan Dayeuh Manggung, terdapat juga Kampung Amsterdam yang telah ada sejak tahun 1913.
Kampung ini menawarkan agrowisata dengan berbagai tanaman buah-buahan seperti lengkeng dan alpukat, serta biji kopi.
RADARSINGAPARNA - OpenAI Sora 2 resmi diluncurkan sebagai aplikasi video AI baru. Platform ini dirancang…
RADARSINGAPARNA - Meta Vibes resmi hadir sebagai tren baru video generatif. Platform ini memungkinkan pengguna…
RADARSINGAPARNA - Adobe Firefly Boards resmi dirilis dengan inovasi besar. Platform ini menghadirkan video AI…
RADARSINGAPARNA - Di era digital saat ini, banyak orang ingin merasakan pengalaman liburan tanpa harus…
RADARSINGAPARNA - Drama Korea tidak hanya populer karena alur cerita yang menarik, tetapi juga karena…
RADARSINGAPARNA - Kini, royalti konten bisa mengalir otomatis bagi para penerbit digital. Microsoft AI Marketplace…
This website uses cookies.