Ia menyebut akses jalan di wilayah Desa Wanasigra dibangun di atas tanah hibah masyarakat.
“Kalau Kepala Desa Wanasigra dahulu untuk akses jalannya ke jembatan menggunakan tanah hibah masyarakat. Artinya rakyat ikhlas menghibahkan tanah untuk jembatan,” katanya.
Sementara itu, akses jalan di sisi Kelurahan Sukamenak dibangun melalui proses pembebasan lahan yang dibiayai Pemerintah Kota Tasikmalaya.
“Berbeda kenyataan di Kelurahan Sukamenak Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, tanahnya dibebaskan, yang dibiayai Pemerintah Kota Tasikmalaya,” jelasnya.
KDM juga menyoroti adanya perbedaan perlakuan terhadap proses pembebasan lahan tersebut.
“Padahal dahulunya, merasa menghibahkan tanah untuk jalan ke jembatan. Akan tetapi justru sekarang dibayar,” bebernya.
Untuk mencari solusi, Dedi Mulyadi berencana mempertemukan Pemerintah Kota Tasikmalaya, Kelurahan Sukamenak, dan Pemerintah Desa Wanasigra.
“Nantinya ia akan mengundang Pemerintah Kota Tasikmalaya, mulai dari Kelurahan Sukamenak dan diundang juga Kepala Desa Wanasigra,” terangnya.
Selain itu, ia menjanjikan pembangunan jalan sepanjang sekitar 400 meter menuju Jembatan Gantung Sukamenak dari arah Kelurahan Sukamenak dengan anggaran Rp1,5 miliar.
RADARSINGAPARNA.COM - PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat penyediaan energi berkelanjutan melalui jaminan pasokan dan…
RADARSINGAPARNA.COM - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM)…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah resmi menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025…
RADARSINGAPARNA.COM - Pengurus DPD Persatuan Ummat Islam (PUI) dan DPD Wanita PUI Kabupaten Ciamis resmi…
RADARSINGAPARNA.COM - Pembangunan saluran irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) resmi…
RADARSINGAPARNA.COM - Neraca perdagangan Jawa Barat mencatat surplus sebesar USD 11,31 miliar sepanjang Januari hingga…
This website uses cookies.