Kerusakan tersebut membuat air laut masuk sehingga kapal kehilangan kestabilannya selama pelayaran.
Kapten Tugboat Titan 33, Bahtiar, bersama seluruh awak kapal kemudian mengambil langkah keselamatan setelah mempertimbangkan berbagai risiko yang ada.
Selain kondisi tongkang yang semakin mengkhawatirkan, persediaan bahan bakar kapal penarik juga mulai menipis.
Atas pertimbangan tersebut, dilakukan pendamparan secara terkendali di kawasan Pantai Sukaresik.
Tongkang tersebut diketahui membawa sekitar 80.000 ton batu bara dengan dokumen pelayaran dan muatan yang dinyatakan lengkap serta legal.
Menurut Kapten Bahtiar, keputusan pendamparan dilakukan untuk menghindari kemungkinan kapal tenggelam di tengah laut dan mencegah pencemaran perairan akibat tumpahan muatan.
Lokasi Pantai Sukaresik dipilih karena relatif steril dari aktivitas wisata maupun kegiatan nelayan sehingga proses penanganan dapat berjalan aman.
Polres Pangandaran melalui Sat Polairud saat ini masih melakukan pengamanan dan pengawasan di sekitar lokasi tongkang.
Langkah itu dilakukan guna mencegah potensi tindak pidana seperti pencurian atau penjarahan muatan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
RADARSINGAPARNA.COM – Nelayan di Pantai Timur Pangandaran mendapat tangkapan yang tidak biasa pada Rabu 17…
RADARSINGAPARNA.COM - Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kementerian Haji dan Umrah, pimpinan DPR RI, serta…
RADARSINGAPARNA.COM - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk meningkatkan…
RADARSINGAPARNA.COM - Sebanyak 313 Pekerja Migran Indonesia (PMI) resmi diberangkatkan ke Jepang dalam program Government…
RADARSINGAPARNA.COM - Seluruh jemaah haji asal Kota Banjar yang tergabung dalam kepulangan tahap terakhir telah…
RADARSINGAPARNA.COM— Masa libur panjang kompetisi tidak membuat Saddil Ramdani mengendurkan komitmennya sebagai pesepakbola profesional. Pemain…
This website uses cookies.