Home Singaparna Kasihan Petani di Desa Sukanagalih Gagal Panen, Bukan Akibat Kekeringan, Harga Beras...

Kasihan Petani di Desa Sukanagalih Gagal Panen, Bukan Akibat Kekeringan, Harga Beras Premium Naik

[ id=”attachment_49″ align=”alignnone” width=”300″]Petani di Desa Sukanagalih memanen padi. Petani di Desa Sukanagalih Rajapolah Kabupaten memanen padi. : Ujang Nandar/Radarsingaparna.com[/]

Harga Beras Premium

Harga beras premium di Pasar Rajapolah Kabupaten mengalami kenaikan sebesar Rp 1.000 per kg dari semula Rp 14.000. ”Harganya saat ini Rp 15.000,” kata dia.

Kenaikan harga beras ini disampaikan salah seorang pedagang sembako di Pasar Rajapolah bernama Icha.

Dia memperoleh informasi bahwa kenaikan harga beras terjadi karena petani banyak yang mengalami gagal panen.

”Gagal panen katanya karena padi diserang oleh hama dan cuaca yang tidak menentu,” kata wanita usia 20 tahun ini.

Kenaikan harga beras terjadi sejak satu pekan terakhir. ”Rata-rata segitu Pak menjualnya karena harga gabahnya juga naik,” ujar dia.

Kering Naik

Seorang pengepul gabah di Asep Ridwan membenarkan saat ini ada kenaikan kering dari semula Rp 5.500 menjadi Rp 6.000 per kg.

”Kita membeli dari petani Rp 6.000 Pak, barangnya susah,” kata pria 24 tahun ini.

Asep menyebut gabah susah didapatkan karena banyak padi yang gagal panen akibat serangan hama wereng. ”Ada pun yang panen kualitasnya buruk, berasnya hitam karena serangan hama wereng itu,” tegas dia.