Ia meminta Dinas Pertanian mendorong petani melakukan penanaman kedelai setidaknya sekali dalam setahun guna menjaga kesuburan lahan.
“Kepada melalui Dinas Pertanian, setahun sekali nanam kedelai dan tanam kacang (suuk bahasa Sunda) itu harus dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah karena tanpa itu tanah sangat berat,” ucapnya.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Sujono Djojohadikusumo menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai dari sejumlah negara.
Menurutnya, impor kedelai dari Brasil, Argentina, dan Amerika Serikat masih membebani kebutuhan nasional karena harus dibayar menggunakan mata uang dolar.
Ia menilai target swasembada kedelai akan mengurangi ketergantungan impor sekaligus membuka peluang harga tahu dan tempe menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.
Hashim menyebut Presiden Prabowo Subianto menargetkan perluasan area tanam kedelai hingga satu juta hektare dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Pemerintah juga berencana mendistribusikan bibit unggul kepada petani sebagai bagian dari strategi percepatan pencapaian swasembada.
RADARSINGAPARNA.COM – Lowongan BPJS Kesehatan kembali dibuka. Ini menjadi kesempatan berkarier bagi lulusan diploma melalui…
RADARSINGAPARNA.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan pembangunan seluruh ruas Jalur Pantai Selatan (Pansela) di…
RADARSINGAPARNA.COM - Upaya modernisasi penyaluran bantuan sosial terus diperkuat melalui demonstrasi sistem digitalisasi bansos yang…
RADARSINGAPARNA.COM – Kementerian Agama (Kemenag) mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp9,6 triliun pada Tahun Anggaran 2027…
RADARSINGAPARNA.COM — Persib terus bergerak mencari pemain baru. Terbaru, Enriko Papa akui dihubungi Persib Bandung…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar dalam mempercepat pembangunan desa meski jumlah desa mandiri…
This website uses cookies.