Karena itu, ia menegaskan kemampuan memahami klasifikasi serta prosedur penanganan dangerous goods menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki seluruh personel yang terlibat dalam rantai logistik dan operasi penerbangan.
Nugroho juga mengapresiasi sinergi antara BP3 Curug dan TNI AU dalam menyelenggarakan pelatihan sebagai langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor penerbangan.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai klasifikasi barang berbahaya, teknik pengemasan, pelabelan, penandaan, hingga prosedur pengiriman melalui pesawat udara berdasarkan standar nasional dan internasional.
Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan mampu mendorong personel TNI AU menerapkan prosedur penanganan barang berbahaya secara aman, tepat, dan bertanggung jawab di setiap satuan.
Kolaborasi Kementerian Perhubungan dan TNI AU ini juga mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat sistem transportasi yang aman, andal, dan berstandar internasional.
Page: 1 2
RADARSINGAPARNA.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp4,5 miliar…
RADARSINGAPARNA.COM - Ampera Waterpark Tasikmalaya dipadati wisatawan selama masa libur sekolah dengan mayoritas pengunjung datang…
RADARSINGAPARNA.COM - Program diskon tarif penyeberangan selama masa libur sekolah telah dimanfaatkan oleh 1.086.400 penumpang…
RADARSINGAPARNA.COM - Suasana Pantai Santolo di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, dipenuhi ribuan masyarakat…
RADARSINGAPARNA.COM - Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengungkap jaringan narkotika internasional yang memproduksi sekaligus…
RADARSINGAPARNA.COM - Jembatan Gantung Sukamenak yang menghubungkan Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya dengan Desa…
This website uses cookies.