Salah satunya adalah tekanan dari media sosial.
Kehidupan online yang sangat terhubung membuat mereka rentan terhadap kecemasan, terutama karena seringnya mereka membandingkan diri dengan orang lain di dunia maya.
Ketidakpastian tentang masa depan juga menjadi kekhawatiran besar bagi Gen Z.
Seiring dengan perkembangan zaman, Gen Z memiliki gaya hidup yang unik dan sering kali berbeda dari generasi sebelumnya.
Beberapa istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kebiasaan mereka antara lain self-reward, doom scrolling, dan doom spending.
Self-reward adalah kebiasaan memberikan hadiah kepada diri sendiri setelah berhasil menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan tertentu.
Contohnya, setelah bekerja keras, mereka membeli barang yang sudah lama diinginkan sebagai bentuk apresiasi kepada diri sendiri.
Sementara itu, doom scrolling adalah kebiasaan terus-menerus menggulir media sosial untuk membaca berita negatif atau konten yang membuat stres.
Meskipun sadar bahwa hal ini berdampak buruk bagi mental, Gen Z sering terjebak dalam kebiasaan ini sebagai bentuk pelarian dari stres.
RADARSINGAPARNA - OpenAI Sora 2 resmi diluncurkan sebagai aplikasi video AI baru. Platform ini dirancang…
RADARSINGAPARNA - Meta Vibes resmi hadir sebagai tren baru video generatif. Platform ini memungkinkan pengguna…
RADARSINGAPARNA - Adobe Firefly Boards resmi dirilis dengan inovasi besar. Platform ini menghadirkan video AI…
RADARSINGAPARNA - Di era digital saat ini, banyak orang ingin merasakan pengalaman liburan tanpa harus…
RADARSINGAPARNA - Drama Korea tidak hanya populer karena alur cerita yang menarik, tetapi juga karena…
RADARSINGAPARNA - Kini, royalti konten bisa mengalir otomatis bagi para penerbit digital. Microsoft AI Marketplace…
This website uses cookies.