“Kayanya perantau yang menyebabkan partisipasi menurun, tidak sesuai apa yang kita harapkan,” ujar Ami.
Menurunnya, partisipasi di pilkada kali ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Tasikmalaya tetapi juga terjadi di kota dan kabupaten lainnya.
Tentunya, masyarakat yang merantau bekerja, berpikir dua kali bila pulang kampung yang hanya libur satu hari.
“Para perantau tidak memaksakan untuk pulang, sehingga berimbas kepada tingkat partisipasi,” kata dia.
“Prediksi kami perantau itu tidak pulang karena tanggung, yang hanya menyisakan waktu 30 hari sampai tahun baru,” tambah Ami.
Ami menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima oleh petugas KPPS, di setiap desa dan kampung masyarakat berangkat untuk mencoblos.
“Artinya yang tidak mencoblos itu masyarakat yang berada di luar kota,” katanya.
Page: 1 2
RADARSINGAPARNA.COM - Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PUTRLH)…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) menggelar Pelatihan Initial…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mencatat prestasi dengan menyabet gelar Juara Umum Anugerah…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama tim gabungan menggelar operasi penertiban kendaraan untuk meningkatkan kepatuhan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Agama mulai menyusun materi edukasi sebagai tindak lanjut atas Peraturan Presiden Nomor…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Indonesia memutuskan mengubah komposisi delegasi yang akan menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi…
This website uses cookies.