“Haknya ya mendapatkan fasilitas yang memadai sebagai tempat kami mengais rezeki,” kata dia.
Dede menilai Pasar Singaparna memang sudah tidak layak sebagai tempat jualan. Selain sudah sempit juga terlihat kumuh.
“Kami tetap berjualan karena tidak ada lagi. Intinya kami ingin fasilitas dan konsep rukonya tertata dengan baik sehingga pembeli mudah mengaksesnya,” harap dia.









