”Sangat tidak menyangka anak saya meninggal dengan cara seperti ini,” ungkapnya kepada awak media usai pemakaman.
Sebelum kejadian —Sabtu malam 21 September 2024 sekitar pukul 23.00 WIB— Ghazwan sempat menemui Eris di Pasar Cikurubuk dan meminta uang.
Malam itu, Eris mengaku tidak ada firasat bahwa pertemuan tersebut akan menjadi yang terakhir kali dengan sang anak.
Dari luka serius yang dialami Ghazwan, berbagai pihak menduga bahwa pelajar madrasah tersebut menjadi korban keberingasan geng motor.
Eris meminta pihak kepolisian mengusut kasus meninggalnya Ghazwan. Jika dianiaya, pelakunya harus segera ditangkap.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra menyatakan masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.
Hingga kini pihak kepolisian belum memastikan apakah Ghazwan Ghaisani merupakan korban penganiayaan atau kecelakaan lalu lintas.









