”Sangat tidak menyangka anak saya meninggal dengan cara seperti ini,” ungkapnya kepada awak media usai pemakaman.
Sebelum kejadian —Sabtu malam 21 September 2024 sekitar pukul 23.00 WIB— Ghazwan sempat menemui Eris di Pasar Cikurubuk dan meminta uang.
Malam itu, Eris mengaku tidak ada firasat bahwa pertemuan tersebut akan menjadi yang terakhir kali dengan sang anak.
Dari luka serius yang dialami Ghazwan, berbagai pihak menduga bahwa pelajar madrasah tersebut menjadi korban keberingasan geng motor.
Eris meminta pihak kepolisian mengusut kasus meninggalnya Ghazwan. Jika dianiaya, pelakunya harus segera ditangkap.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra menyatakan masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.
Hingga kini pihak kepolisian belum memastikan apakah Ghazwan Ghaisani merupakan korban penganiayaan atau kecelakaan lalu lintas.
RADARSINGAPARNA - Zero-Day AI Attack kini jadi ancaman serius dalam keamanan digital global. Agen AI…
RADARSINGAPARNA - AI agent payments dan pembayaran otomatis kini jadi kenyataan menegangkan sekaligus menarik. Agen…
RADARSINGAPARNA - YouTube AI Music Hosts hadir sebagai inovasi baru dalam musik digital. Fitur ini…
RADARSINGAPARNA - AI slop dan konten AI buruk menjadi fenomena berbahaya di era digital. Keduanya…
RADARSINGAPARNA - Google terus menghadirkan inovasi baru di bidang kecerdasan buatan, salah satu yang kini…
RADARSINGPARNA - AI Avatar 3D kini menjadi salah satu topik terpopuler di dunia digital. Banyak…
This website uses cookies.