”Sangat tidak menyangka anak saya meninggal dengan cara seperti ini,” ungkapnya kepada awak media usai pemakaman.
Sebelum kejadian —Sabtu malam 21 September 2024 sekitar pukul 23.00 WIB— Ghazwan sempat menemui Eris di Pasar Cikurubuk dan meminta uang.
Malam itu, Eris mengaku tidak ada firasat bahwa pertemuan tersebut akan menjadi yang terakhir kali dengan sang anak.
Dari luka serius yang dialami Ghazwan, berbagai pihak menduga bahwa pelajar madrasah tersebut menjadi korban keberingasan geng motor.
Eris meminta pihak kepolisian mengusut kasus meninggalnya Ghazwan. Jika dianiaya, pelakunya harus segera ditangkap.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra menyatakan masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.
Hingga kini pihak kepolisian belum memastikan apakah Ghazwan Ghaisani merupakan korban penganiayaan atau kecelakaan lalu lintas.
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengukuhkan capaian di tingkat Provinsi Jawa Barat melalui penghargaan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan rata-rata kecepatan internet nasional mencapai 100 Mbps…
RADARSINGAPARNA.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp4,5 miliar…
RADARSINGAPARNA.COM - Ampera Waterpark Tasikmalaya dipadati wisatawan selama masa libur sekolah dengan mayoritas pengunjung datang…
RADARSINGAPARNA.COM - Program diskon tarif penyeberangan selama masa libur sekolah telah dimanfaatkan oleh 1.086.400 penumpang…
RADARSINGAPARNA.COM - Suasana Pantai Santolo di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, dipenuhi ribuan masyarakat…
This website uses cookies.