Menurutnya, kedua aspek tersebut memiliki peran penting dalam membentuk masa depan yang lebih baik.
Keputusan Kevin dan Athaya untuk tetap memprioritaskan pendidikan menjadi gambaran bahwa pembinaan pemain muda tidak hanya berkutat pada prestasi di atas lapangan.
Keduanya menunjukkan bahwa menjadi pesepak bola profesional dan mahasiswa dapat dijalani secara bersamaan melalui pengelolaan waktu serta komitmen yang kuat.
Langkah yang ditempuh dua talenta muda Persib tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa investasi masa depan tidak hanya dibangun melalui karier sepak bola, tetapi juga lewat pendidikan yang mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan setelah gantung sepatu.
RADARSINGAPARNA.COM – Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia membuka Rekrutmen Penggerak HAM 2026. Program ini…
RADARSINGAPARNA.COM – FIFA resmi mengumumkan perubahan besar pada sistem transfer pemain profesional yang akan mulai…
RADARSINGAPARNA.COM - Keluarga almarhumah Nenden Nur Agustina (43), warga Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar, melaporkan dugaan…
RADARSINGAPARNA.COM— Menjauh dari level psikologis Rp 18.000, nilai tukar rupiah menguat Rp17.865 per Dolar AS.…
RADARSINGAPARNA.COM – Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga daya beli masyarakat setelah terjadi penyesuaian…
RADARSINGAPARNA.COM— Panduan lengkap menyaksikan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 melalui TV Digital, Folaplay, dan…
This website uses cookies.