Menurut Bahlil, penyesuaian harga hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi yang memang mengikuti mekanisme pasar.
Di sisi lain, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyayangkan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green yang diumumkan tanpa sosialisasi yang memadai.
Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo menilai kebijakan tersebut menimbulkan keterkejutan di tengah masyarakat.
Dia mengakui harga BBM non subsidi dipengaruhi banyak faktor, termasuk harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Meski demikian, menurutnya, setiap penyesuaian harga harus dilakukan secara transparan dan memberikan waktu yang cukup bagi konsumen untuk menyesuaikan pengeluaran mereka.
YLKI menilai pengumuman yang dilakukan secara mendadak berpotensi mengurangi hak konsumen untuk memperoleh informasi yang jelas sebelum kebijakan diberlakukan.
YLKI meminta pemerintah dan Pertamina membuka secara rinci komponen pembentuk harga BBM. Langkah itu dianggap penting agar masyarakat memahami dasar perhitungan yang digunakan dalam menentukan harga jual.
RADARSINGAPARNA.COM — Pelatih baru Persib Igor Tolic siapkan skuad Persib Bandung untuk berlaga di ASEAN…
RADARSINGAPARNA.COM - Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, meluruskan anggapan yang…
RADARSINGAPARNA.COM - Peringatan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis tahun 2026 berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan…
RADARSINGAPARNA.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan penanaman kedelai di lahan seluas 210…
RADARSINGAPARNA.COM - Persoalan kelengkapan izin dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tasikmalaya kembali…
RADARSINGAPARNA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengembangkan layanan pembayaran digital lintas negara. Kini fitur…
This website uses cookies.