Menurut Bahlil, penyesuaian harga hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi yang memang mengikuti mekanisme pasar.
Di sisi lain, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyayangkan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green yang diumumkan tanpa sosialisasi yang memadai.
Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo menilai kebijakan tersebut menimbulkan keterkejutan di tengah masyarakat.
Dia mengakui harga BBM non subsidi dipengaruhi banyak faktor, termasuk harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Meski demikian, menurutnya, setiap penyesuaian harga harus dilakukan secara transparan dan memberikan waktu yang cukup bagi konsumen untuk menyesuaikan pengeluaran mereka.
YLKI menilai pengumuman yang dilakukan secara mendadak berpotensi mengurangi hak konsumen untuk memperoleh informasi yang jelas sebelum kebijakan diberlakukan.
YLKI meminta pemerintah dan Pertamina membuka secara rinci komponen pembentuk harga BBM. Langkah itu dianggap penting agar masyarakat memahami dasar perhitungan yang digunakan dalam menentukan harga jual.
RADARSINGAPARNA.COM - Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PUTRLH)…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) menggelar Pelatihan Initial…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mencatat prestasi dengan menyabet gelar Juara Umum Anugerah…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama tim gabungan menggelar operasi penertiban kendaraan untuk meningkatkan kepatuhan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Agama mulai menyusun materi edukasi sebagai tindak lanjut atas Peraturan Presiden Nomor…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Indonesia memutuskan mengubah komposisi delegasi yang akan menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi…
This website uses cookies.