Dengan demikian, mesin ini sudah bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jenis layanannya masih terbatas.
Warga dapat langsung menggunakan mesin ini untuk memperoleh layanan yang tersedia di kelurahan dan kecamatan. Tidak tidak perlu ketemu petugasnya.
”Harapannya dapat memberikan waktu yang lebih leluasa kepada masyarakat, kapan pun pelayanan tidak ada waktu libur, bahkan bisa malam hari,” beber dia.
E-Ticketing Situ Gede
Selain meluncurkan HAI Tasik, Pemerintah Kota Tasikmalaya merilis aplikasi super apps Sapawarga E-Ticketing Situ Gede.
Melalui layanan digital tersebut, masyarakat dapat mengakses tiket objek wisata di Kota Tasikmalaya. Namun, langkah awal ini baru diterapkan untuk wisata di Situ Gede.
Pada momen yang sama, Pemkot Tasikmalaya juga mendapat tanda mata dari tokoh Kota Tasikmalaya Irjen Pol (Purn) Dr Drs H Anton Charliyan.
Cenderamata tersebut berupa dua kentongan berbentuk ikan yaitu Si Layung dan Si Kohkol.
”Semoga tanda mata ini dapat memberikan motivasi bagi kita semua untuk menjaga dan melestarikan budaya khususnya yang ada di Kota Tasikmalaya,” kata dia seperti dikutip dari Radartasik.id.