Menurutnya, berbagai skenario yang beredar masih sebatas konsep dan bahan kajian.
Keputusan akhir tetap berada di tangan pimpinan daerah dan akan dibahas terlebih dahulu bersama DPRD sebelum ditetapkan menjadi kebijakan.
Meski menghadapi tantangan fiskal, pemerintah memastikan layanan publik tidak akan terganggu.
Sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas dalam pengalokasian anggaran.
Layanan persampahan, pemadam kebakaran, kesehatan, dan pendidikan disebut akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Anggaran untuk pelayanan dasar juga dipastikan tetap diprioritaskan karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Sebelumnya, Badan Anggaran DPRD Kota Tasikmalaya menyoroti terbitnya Surat Edaran Nomor 900.1.3/SE.928-BPKAD/2026 mengenai pemblokiran sebagian anggaran APBD 2026.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi indikasi adanya tekanan terhadap likuiditas kas daerah.
Anggota Banggar DPRD Kota Tasikmalaya Denny Romdony meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi kas daerah saat ini.
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengukuhkan capaian di tingkat Provinsi Jawa Barat melalui penghargaan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan rata-rata kecepatan internet nasional mencapai 100 Mbps…
RADARSINGAPARNA.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp4,5 miliar…
RADARSINGAPARNA.COM - Ampera Waterpark Tasikmalaya dipadati wisatawan selama masa libur sekolah dengan mayoritas pengunjung datang…
RADARSINGAPARNA.COM - Program diskon tarif penyeberangan selama masa libur sekolah telah dimanfaatkan oleh 1.086.400 penumpang…
RADARSINGAPARNA.COM - Suasana Pantai Santolo di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, dipenuhi ribuan masyarakat…
This website uses cookies.