Aktivitas itu diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekitar dengan tetap menjaga fungsi utama alun-alun sebagai ruang terbuka hijau.
Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, menegaskan penataan kawasan dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
“Alun-Alun Tarogong kami harapkan menjadi ruang publik yang nyaman, hijau, dan ramah bagi masyarakat. Di sisi lain, kawasan ini juga dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan komunitas untuk berkegiatan secara tertata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tanpa mengesampingkan fungsi ruang terbuka hijau,” ujarnya.
Sarasehan dan edukasi bonsai dipilih sebagai kegiatan pembuka karena sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan ruang publik sebagai sarana edukasi dan interaksi masyarakat.
Melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat, Alun-Alun Tarogong diharapkan berkembang menjadi ruang publik yang mendukung aktivitas sosial, budaya, pariwisata, dan ekonomi dengan lingkungan yang tetap bersih, hijau, dan nyaman.
RADARSINGAPARNA.COM - Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PUTRLH)…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) menggelar Pelatihan Initial…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mencatat prestasi dengan menyabet gelar Juara Umum Anugerah…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama tim gabungan menggelar operasi penertiban kendaraan untuk meningkatkan kepatuhan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Agama mulai menyusun materi edukasi sebagai tindak lanjut atas Peraturan Presiden Nomor…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Indonesia memutuskan mengubah komposisi delegasi yang akan menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi…
This website uses cookies.