Waryono menyampaikan bahwa Tasikmalaya dipilih sebagai salah satu Kota Wakaf di Indonesia berdasarkan hasil evaluasi dari tim Kemenag.
Menurut dia, Kota Tasikmalaya menjadi percontohan cara berwakaf produktif bersama BWI, LKS PWU dan pimpinan ormas.
Dengan penetapan Kota Tasikmalaya sebagai Kota Wakaf, masyarakat Tasikmalaya kini dapat berwakaf tanpa perlu menunggu menjadi kaya atau memiliki lahan luas. Saat ini, wakaf uang memungkinkan siapa pun untuk berpartisipasi dalam wakaf.
Waryono menekankan bahwa wakaf berbeda dari sedekah dan infak karena memiliki sifat yang abadi.
Dengan adanya nazir, tambah dia, wakaf akan dikelola dan manfaatnya disalurkan kembali untuk pembangunan.
”Jadi, wakaf ini tidak sama dengan sedekah dan infak yang habis oleh penerimanya. Wakaf bersifat abadi,” ujar dia seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.
Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin, menjelaskan bahwa penetapan Tasikmalaya sebagai Kota Wakaf melalui tahapan panjang.
Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk keberadaan nazir bersertifikat dengan kemampuan menganalisis peta risiko, serta adanya lembaga kenaziran di dalamnya.
RADARSINGAPARNA - OpenAI Sora 2 resmi diluncurkan sebagai aplikasi video AI baru. Platform ini dirancang…
RADARSINGAPARNA - Meta Vibes resmi hadir sebagai tren baru video generatif. Platform ini memungkinkan pengguna…
RADARSINGAPARNA - Adobe Firefly Boards resmi dirilis dengan inovasi besar. Platform ini menghadirkan video AI…
RADARSINGAPARNA - Di era digital saat ini, banyak orang ingin merasakan pengalaman liburan tanpa harus…
RADARSINGAPARNA - Drama Korea tidak hanya populer karena alur cerita yang menarik, tetapi juga karena…
RADARSINGAPARNA - Kini, royalti konten bisa mengalir otomatis bagi para penerbit digital. Microsoft AI Marketplace…
This website uses cookies.