Dia menjelaskan teknologi tersebut cocok digunakan di lingkungan layanan kesehatan karena memungkinkan tenaga medis memantau pendonor dengan lebih mudah.
Di sisi lain, pendonor tetap dapat menikmati pengalaman yang menarik selama proses berlangsung.
Abbott bersama Samsung juga terus mencari peluang untuk memperluas penerapan teknologi tersebut guna meningkatkan kualitas pengalaman donor darah secara keseluruhan.
Sejak 2016, Abbott telah bekerja sama dengan berbagai organisasi Palang Merah di hampir 30 negara untuk mendukung kampanye donor darah.
Kini Samsung dan Abbott mulai mengintegrasikan Galaxy XR ke berbagai lingkungan donor darah di sejumlah negara.
Salah satu peserta donor, Geunwoo Park, mengaku rutin mendonorkan darah setidaknya sekali setiap tahun.
Dia menilai penggunaan Galaxy XR membuat proses donor terasa lebih menyenangkan karena ada konten yang dapat dinikmati selama menunggu.
Pendapat serupa disampaikan Gangsu Kim yang telah melakukan donor darah sebanyak 20 kali.
Menurutnya, pengalaman donor kali ini terasa berbeda karena konten interaktif dapat merespons arah pandangan pengguna secara langsung.
Program donor darah berbasis Galaxy XR akan terus diperkenalkan ke berbagai negara dalam beberapa tahun ke depan.
RADARSINGAPARNA.COM – Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia membuka Rekrutmen Penggerak HAM 2026. Program ini…
RADARSINGAPARNA.COM – FIFA resmi mengumumkan perubahan besar pada sistem transfer pemain profesional yang akan mulai…
RADARSINGAPARNA.COM - Keluarga almarhumah Nenden Nur Agustina (43), warga Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar, melaporkan dugaan…
RADARSINGAPARNA.COM— Menjauh dari level psikologis Rp 18.000, nilai tukar rupiah menguat Rp17.865 per Dolar AS.…
RADARSINGAPARNA.COM – Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga daya beli masyarakat setelah terjadi penyesuaian…
RADARSINGAPARNA.COM— Panduan lengkap menyaksikan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 melalui TV Digital, Folaplay, dan…
This website uses cookies.