Sebanyak 10 anak lainnya tengah melamar pekerjaan sambil mengikuti pelatihan vokasional sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih menilai capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan anak asuh.
“Capaian ini menunjukkan bahwa layanan rehabilitasi sosial di Jawa Barat tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan dasar anak (basic needs), melainkan sudah melangkah jauh ke arah pemberdayaan yang substantif. Kita ingin memastikan anak-anak asuh kita keluar dari sini dengan kepala tegak, siap bersaing di dunia kerja, melanjutkan pendidikan, dan menjadi pribadi yang mandiri serta produktif di masyarakat,” ujar Noneng.
Ia menegaskan layanan rehabilitasi sosial kini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menyiapkan masa depan anak asuh secara berkelanjutan.
Kepala UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Ramah Anak Ravi Wisesha mengatakan terminasi menjadi awal bagi anak asuh untuk mengembangkan bekal yang telah diperoleh selama mengikuti pembinaan.
RADARSINGAPARNA.COM - Para peraih medali Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Pendidikan Khusus Tingkat Provinsi Jawa…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah memastikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat…
RADARSINGAPARNA.COM - Sebanyak 3.962 anak yatim dan penyandang disabilitas menerima santunan dalam kegiatan Lebaran Yatim…
RADARSINGAPARNA.COM – Liburan sekolah selalu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu anak-anak. Setelah menjalani kegiatan belajar,…
RADARSINGAPARNA.COM – PT Astra Honda Motor (AHM) resmi memperkenalkan New Honda Vario Evo 160. Skutik…
RADARSINGAPARNA.COM – Tanaman eceng gondok yang selama ini dikenal sebagai gulma perairan ternyata dapat memberikan…
This website uses cookies.