Meski fasilitas telah tersedia, ia mengingatkan pengelola sekolah agar tidak merasa puas terlalu cepat. Tantangan terbesar justru berada pada proses pendampingan dan pengasuhan sehari-hari.
Menurut Arifatul, para siswa berasal dari latar belakang yang beragam. Karena itu, pendekatan yang diberikan harus dilakukan secara cermat dan penuh perhatian.
Pengelola serta pengasuh asrama diminta memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
Proses pengasuhan yang baik dinilai sangat menentukan keberhasilan program pendidikan tersebut.
Untuk mendukung hal itu, Kementerian PPPA telah berkolaborasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam menyusun pola pengasuhan bagi peserta didik Sekolah Rakyat.
Meskipun anak-anak tinggal di asrama dan mendapatkan pendampingan dari pengasuh, peran keluarga tetap dianggap penting.
BACA JUGA: Cara Mudah Mengatasi Kunci Kontak Motor yang Macet
Arifatul menegaskan bahwa orang tua masih memiliki tanggung jawab untuk memberikan dukungan moral kepada anak-anak mereka.
RADARSINGAPARNA.COM - Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kementerian Haji dan Umrah, pimpinan DPR RI, serta…
RADARSINGAPARNA.COM - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk meningkatkan…
RADARSINGAPARNA.COM - Sebanyak 313 Pekerja Migran Indonesia (PMI) resmi diberangkatkan ke Jepang dalam program Government…
RADARSINGAPARNA.COM - Sebuah kapal tongkang yang mengangkut sekitar 80.000 ton batu bara dilaporkan oleng dan…
RADARSINGAPARNA.COM - Seluruh jemaah haji asal Kota Banjar yang tergabung dalam kepulangan tahap terakhir telah…
RADARSINGAPARNA.COM— Masa libur panjang kompetisi tidak membuat Saddil Ramdani mengendurkan komitmennya sebagai pesepakbola profesional. Pemain…
This website uses cookies.