Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Tasikmalaya bahas pemetaan kerawanan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2024. Foto: Ujang Nandar/Radarsingaparna.com
TASIKMALAYA, RADARSINGAPARNA.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya menggelar rapat koordinasi pemetaan kerawanan Pilkada 2024.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Djuanda menyatakan ada beberapa kerawanan yang perlu diantisipasi dalam Pilkada dan Pilgub di Kabupaten Tasikmalaya.
Beberapa kerawanan yang perlu diantisipasi di antaranya netralitas ASN (aparatur sipil negara). Kerawanan itu terdapat di seluruh daerah.
”Maka, itu perlu kita antisipasi. Walaupun tidak selalu terjadi di Kabupaten Tasikmalaya,” katanya kepada Radarsingaparna.com, Jumat 9 Agustus 2024.
Baca Juga: Kafe Disegel Ulama Bersama Warga, Ini Penyebabnya
Kabupaten Tasikmalaya juga memiliki kerawanan politik uang.
Praktik politik uang bisa terjadi saat kampanye, sebelum kampanye bahkan sehari sebelum pelaksanaan pencoblosan. ”Itu perlu kita antisipasi,” ujar dia.
Kerawanan intimidasi baik kepada calon maupun penyelenggara pemilu juga bisa terjadi di Kabupaten Tasikmalaya.
”Beberapa kerawanan itu perlu diantisipasi jangan sampai itu terjadi pada pemilihan serentak,” tambah dia.
Dia mengatakan kerawanan bukan dianggap terjadi tetapi harus diantisipasi.
RADARSINGAPARNA.COM - Seluruh jemaah umrah dan haji khusus yang berangkat maupun pulang melalui Bandara Internasional…
RADARSINGAPARNA.COM - Program Sekolah Rakyat yang dijalankan selama satu tahun terakhir mulai menunjukkan perkembangan sebagai…
1RADARSINGAPARNA.COM - Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun…
RADARSINGAPARNA.COM - Raihan 13 medali mengantarkan Kontingen Kabupaten Tasikmalaya menutup ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah…
RADARSINGAPARNA.COM – Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya menyoroti rendahnya serapan anggaran tahun 2026. Mereka juga…
This website uses cookies.