“Taruna tidak mengajar di kelas seperti guru. Mereka memberikan bimbingan di asrama agar anak-anak Sekolah Rakyat dapat tinggal dengan tenang dan nyaman walaupun tidak tinggal satu rumah dengan keluarganya. Mereka juga memberikan pembinaan agar tidak terjadi segala bentuk kekerasan, termasuk perundungan atau kekerasan dari kakak kelas kepada adik kelas,” kata Agus Jabo.
Program tersebut, lanjutnya, dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim.
Menurut Agus Jabo, pengalaman taruna menjalani kehidupan asrama menjadi alasan utama mereka dipercaya membimbing para siswa Sekolah Rakyat.
“Kenapa taruna? Karena mereka yang memahami bagaimana hidup di asrama. Pengalaman itu yang ingin ditularkan kepada anak-anak Sekolah Rakyat agar mereka cepat beradaptasi dan memiliki karakter yang mandiri,” ujarnya.
Setiap lokasi Sekolah Rakyat nantinya akan didampingi lima taruna yang memberikan pembinaan mengenai keterampilan dasar seperti menyetrika seragam, merapikan tempat tidur, menata lemari, menyemir sepatu, hingga membiasakan hidup mandiri selama tinggal di asrama.
Page: 1 2
RADARSINGAPARNA.COM - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan kesiapan pelaksanaan Program Bantuan…
RADARSINGAPARNA.COM - Semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 saat ribuan warga…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan madrasah dan pesantren dinilai harus menjadi sarana…
RADARSINGAPARNA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat…
RADARSINGAPARNA.COM - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat…
RADARSINGAPARNA.COM – PAN Kota Tasikmalaya mulai mempersiapkan langkah politik menghadapi Pileg (Pemilu Legilatif) tahun 2029.…
This website uses cookies.