RADARSINGAPARNA.COM – Sebelum adanya AI Coding, dunia pemrograman identik dengan pekerjaan soliter.
Seorang developer duduk di depan layar, menulis baris demi baris kode secara manual.
Kini, gambaran itu berubah dengan hadirnya AI Coding dan developer tools AI yang mampu membantu setiap langkah pemrograman.
Copilot, otomatisasi coding, dan pengembangan software AI kini menjadi topik utama dalam dunia teknologi.
Copilot dan Perubahan Paradigma Pemrograman
Kehadiran GitHub Copilot telah mengubah cara developer menulis kode.
Jika sebelumnya autocomplete hanya melengkapi sintaks sederhana, kini Copilot memahami konteks kode, menyarankan perbaikan, hingga menulis test case otomatis.
Inilah bukti nyata bagaimana developer tools AI mengubah proses kerja sehari-hari.
Penggunaan AI pada pemrograman tidak lagi sekadar eksperimen, melainkan kebutuhan utama.
Tabnine, Amazon CodeWhisperer, dan Cursor AI juga menjadi contoh nyata perkembangan ini.
Mereka membantu developer menyusun logika, meminimalkan bug, serta mempercepat debugging.
AI Coding bukan hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil kerja.
Large Language Models di Balik AI Coding
Kekuatan Copilot dan developer tools AI lain tidak lepas dari LLM (Large Language Models).
