Pergerakan tersebut mencerminkan bahwa sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan yang menentukan arah mata uang domestik.
Di pasar global, indeks dolar AS (DXY) hingga pukul 15.00 WIB tercatat bergerak relatif stabil di level 99,875.
Pada perdagangan sebelumnya, indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia itu melemah 0,09%.
Melemahnya greenback memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih kuat.
Kondisi ini menjadi katalis positif yang mendorong aliran dana kembali ke aset-aset berisiko.
Tekanan terhadap dolar AS muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk membatalkan rencana serangan militer baru terhadap Iran pada menit-menit terakhir.
Pemerintahan AS disebut mulai melihat peluang tercapainya kesepakatan melalui jalur diplomasi dengan Teheran.
Prospek meredanya tensi geopolitik tersebut meningkatkan optimisme pasar dan mengurangi minat investor terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS dan obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Dalam kondisi ketidakpastian global yang tinggi, dolar AS biasanya menjadi tujuan utama investor yang mencari perlindungan.
RADARSINGAPARNA.COM — Pelatih baru Persib Igor Tolic siapkan skuad Persib Bandung untuk berlaga di ASEAN…
RADARSINGAPARNA.COM - Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, meluruskan anggapan yang…
RADARSINGAPARNA.COM - Peringatan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis tahun 2026 berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan…
RADARSINGAPARNA.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan penanaman kedelai di lahan seluas 210…
RADARSINGAPARNA.COM - Persoalan kelengkapan izin dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tasikmalaya kembali…
RADARSINGAPARNA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengembangkan layanan pembayaran digital lintas negara. Kini fitur…
This website uses cookies.