Namun, ketika risiko geopolitik mulai mereda dan peluang terciptanya kesepakatan semakin terbuka, arus modal cenderung beralih kembali ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Fenomena tersebut tercermin pada perdagangan akhir pekan ini, ketika sejumlah mata uang di kawasan Asia turut mencatatkan penguatan terhadap dolar AS.
Menariknya, penguatan rupiah terjadi di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta.
Meski perkembangan tersebut menjadi salah satu perhatian pelaku pasar domestik, dampaknya terhadap pergerakan nilai tukar masih relatif terbatas.
Pasar tampaknya lebih fokus pada perkembangan eksternal, terutama dinamika geopolitik global dan pergerakan dolar AS.
Dengan demikian, sentimen dari luar negeri masih menjadi penentu utama arah rupiah pada perdagangan hari ini.
Keberhasilan rupiah bertahan di bawah level Rp18.000 per dolar AS menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik.
Jika tekanan terhadap dolar AS masih berlanjut dan tensi geopolitik global terus mereda, peluang penguatan rupiah menuju area Rp17.800 per dolar AS masih terbuka dalam jangka pendek.
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengukuhkan capaian di tingkat Provinsi Jawa Barat melalui penghargaan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan rata-rata kecepatan internet nasional mencapai 100 Mbps…
RADARSINGAPARNA.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp4,5 miliar…
RADARSINGAPARNA.COM - Ampera Waterpark Tasikmalaya dipadati wisatawan selama masa libur sekolah dengan mayoritas pengunjung datang…
RADARSINGAPARNA.COM - Program diskon tarif penyeberangan selama masa libur sekolah telah dimanfaatkan oleh 1.086.400 penumpang…
RADARSINGAPARNA.COM - Suasana Pantai Santolo di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, dipenuhi ribuan masyarakat…
This website uses cookies.