Makna kedua diwujudkan melalui prosesi tabur bunga dan pelepasan air doa ke tengah laut.
Sementara makna ketiga adalah evaluasi terhadap kehidupan dan aktivitas nelayan selama satu tahun terakhir sebagai bahan refleksi bersama.
Jeje menegaskan bahwa prosesi tabur bunga tidak berkaitan dengan ritual mistis, melainkan simbol kasih sayang masyarakat terhadap laut sebagai sumber penghidupan.
“Kenapa tabur bunga? Karena bunga itu tanda cinta, cinta laut dan sayang laut,” ucapnya.
Sedangkan air doa yang dihanyutkan ke laut menjadi bentuk penghormatan kepada para nelayan yang hilang atau meninggal dunia saat melaut dan belum ditemukan.
RADARSINGAPARNA.COM - Kenaikan suku bunga acuan dinilai belum bisa menjadi jalan keluar tunggal untuk mengembalikan…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan peninjauan fasilitas Early…
RADARSINGAPARNA.COM - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin secara resmi melepas kontingen pelajar Kabupaten Garut yang…
RADARSINGAPARNA.COM – PT Pertamina Patra Niaga kembali meluncurkan berbagai program loyalitas bagi pengguna aplikasi MyPertamina…
RADARSINGAPARNA.COM – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengimbau masyarakat untuk memahami pola penggunaan listrik di…
RADARSINGAPARNA.COM— Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bangkit dan memperlihatkan sinyal pemulihan setelah sempat mengalami…
This website uses cookies.