Makna kedua diwujudkan melalui prosesi tabur bunga dan pelepasan air doa ke tengah laut.
Sementara makna ketiga adalah evaluasi terhadap kehidupan dan aktivitas nelayan selama satu tahun terakhir sebagai bahan refleksi bersama.
Jeje menegaskan bahwa prosesi tabur bunga tidak berkaitan dengan ritual mistis, melainkan simbol kasih sayang masyarakat terhadap laut sebagai sumber penghidupan.
“Kenapa tabur bunga? Karena bunga itu tanda cinta, cinta laut dan sayang laut,” ucapnya.
Sedangkan air doa yang dihanyutkan ke laut menjadi bentuk penghormatan kepada para nelayan yang hilang atau meninggal dunia saat melaut dan belum ditemukan.
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengukuhkan capaian di tingkat Provinsi Jawa Barat melalui penghargaan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan rata-rata kecepatan internet nasional mencapai 100 Mbps…
RADARSINGAPARNA.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp4,5 miliar…
RADARSINGAPARNA.COM - Ampera Waterpark Tasikmalaya dipadati wisatawan selama masa libur sekolah dengan mayoritas pengunjung datang…
RADARSINGAPARNA.COM - Program diskon tarif penyeberangan selama masa libur sekolah telah dimanfaatkan oleh 1.086.400 penumpang…
RADARSINGAPARNA.COM - Suasana Pantai Santolo di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, dipenuhi ribuan masyarakat…
This website uses cookies.