Ahli kesehatan menjelaskan keamanan galon polikarbonat dan kaitannya dengan isu pubertas dini. -Infopublik.id-
RADARSINGAPARNA.COM – Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, meluruskan anggapan yang mengaitkan pubertas dini dengan konsumsi air minum dari galon guna ulang berbahan polikarbonat.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul munculnya kekhawatiran masyarakat terkait kandungan Bisphenol A (BPA) pada galon polikarbonat, sebagaimana dilansir dari laman Infopublik.id.
Menurut Hermawan, klaim yang menyebut air minum dari galon guna ulang dapat memicu pubertas dini tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
“Pubertas dini akibat mengonsumsi air dari galon guna ulang itu probabilitas semu. Kalau BPA-nya sendiri yang dikonsumsi baru bisa memicu genetik karena sifat toxic zat tersebut,” kata Hermawan di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa kadar BPA yang terdapat pada galon guna ulang telah diatur regulator dan masih berada dalam batas aman untuk digunakan masyarakat.
“Jadi memang galon mengandung BPA tapi dalam kadar yang sangat aman dan terstandar,” tambah pakar kesehatan masyarakat ini.
Hermawan menerangkan bahwa pubertas dini merupakan kondisi kematangan seksual yang terjadi lebih cepat dibandingkan usia normal pada umumnya.
RADARSINGAPARNA.COM - Perpustakaan Kementerian Agama memanfaatkan momentum libur sekolah 2026 dengan menggelar program Petualangan Literasi:…
RADARSINGAPARNA.COM - PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina International Shipping memastikan kapal tanker Very Large Crude…
RADARSINGAPARNA.COM - Masyarakat diminta tidak panik apabila menerima kunjungan petugas Samsat yang membawa surat pemberitahuan…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya memanfaatkan bonus demografi dengan mendorong generasi usia produktif menjadi…
RADARSINGAPARNA.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan peluncuran program biodiesel 50 persen (B50) menjadi…
RADARSINGAPARNA.COM - Jawa Barat memastikan dua wakil terbaik cabang olahraga bulu tangkis melaju ke Olimpiade…
This website uses cookies.