Sistem tersebut menggunakan mekanisme pertukaran data yang menghubungkan berbagai basis data nasional dalam satu platform terintegrasi.
Penentuan kelayakan penerima bantuan juga mengacu pada data desil kesejahteraan yang disusun Badan Pusat Statistik.
Seluruh proses verifikasi berlangsung dalam hitungan detik dan menghasilkan keputusan yang dapat ditelusuri secara jelas.
Pada simulasi yang dilakukan, hasil pengajuan menunjukkan status tidak layak menerima bantuan sosial.
Sistem kemudian menampilkan berbagai faktor yang menjadi dasar keputusan, mulai dari kepemilikan aset hingga tingkat konsumsi listrik.
Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan kepastian informasi bagi masyarakat maupun petugas pelaksana di lapangan.
Dari sisi pengawasan, anggota DPR menilai keterbukaan data dan alasan penetapan status penerima menjadi langkah positif dalam meningkatkan akuntabilitas program bansos.
Kemensos juga menyediakan fitur sanggah bagi masyarakat yang merasa data mereka belum sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Melalui fitur tersebut, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data yang langsung terhubung dengan sistem nasional.
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengukuhkan capaian di tingkat Provinsi Jawa Barat melalui penghargaan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan rata-rata kecepatan internet nasional mencapai 100 Mbps…
RADARSINGAPARNA.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp4,5 miliar…
RADARSINGAPARNA.COM - Ampera Waterpark Tasikmalaya dipadati wisatawan selama masa libur sekolah dengan mayoritas pengunjung datang…
RADARSINGAPARNA.COM - Program diskon tarif penyeberangan selama masa libur sekolah telah dimanfaatkan oleh 1.086.400 penumpang…
RADARSINGAPARNA.COM - Suasana Pantai Santolo di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, dipenuhi ribuan masyarakat…
This website uses cookies.