Dia menilai tidak ada alasan terjadinya kekosongan obat apabila dana operasional masih tersedia. DPRD mempertanyakan mengapa anggaran operasional belum dibelanjakan selama empat bulan pertama tahun ini.
Keterlambatan realisasi belanja operasional dinilai dapat berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan.
Dampaknya tidak hanya pada ketersediaan obat, tetapi juga alat kesehatan yang dibutuhkan pasien.
Iwan menegaskan pelayanan kesehatan harus tetap berjalan optimal. Pasien, menurutnya, tidak boleh mengalami kesulitan memperoleh obat maupun tindakan medis akibat habisnya persediaan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Pangandaran dr Liza menjelaskan setiap puskesmas memiliki kewenangan melakukan pengadaan kebutuhan secara mandiri.
BACA JUGA: Bobotoh Wajib Tahu! Persib Bandung Mulai Susun Program Pramusim untuk Hadapi Musim 2026/2027
Dia menyebut pihaknya masih perlu mengetahui puskesmas mana yang mengalami kelangkaan obat. Data tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi di lapangan.
Meski belum menerima laporan lengkap, Dinas Kesehatan mengakui persoalan ketersediaan obat merupakan isu penting yang harus segera ditangani.
RADARSINGAPARNA.COM – Korlantas Polri memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Patuh 2026. Kegiatan ini akan berlangsung mulai…
RADARSINGAPARNA.COM – Destinasi wisata milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mencatat ribuan kunjungan selama libur panjang akhir…
RADARSINGAPARNA.COM – Pemerintah Desa Sukaherang Kecamatan Singaparna terus memperkuat upaya pencegahan stunting. Fokus diberikan pada…
RADARSINGAPARNA.COM – Persib Bandung dipastikan harus kembali tampil di kompetisi Asia pada musim 2026/2027. Maung…
RADARSINGAPARNA.COM – Membayar pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat semakin mudah. Masyarakat tidak lagi harus…
RADARSINGAPARNA.COM – Kawasan wisata adat Kampung Naga di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya resmi…
This website uses cookies.