Menurutnya, temuan riset mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi pembelajaran bahasa asing yang berlangsung di lapangan.
“Jadi, esensi temuan riset yang kami lakukan mengungkapkan bahwa interaksi bahasa asing di pesantren saat ini masih dominan pada situasi komunikatif yang bersifat rutin dan prosedural, seperti percakapan harian (35%) dan aktivitas pidato atau muhadharah (35%),” jelas Haikal di Cirebon, Senin (22/6/2026).
Haikal menjelaskan bahwa intensitas penggunaan bahasa asing di pesantren belum sepenuhnya menghasilkan kemampuan komunikasi yang lebih kompleks.
Menurutnya, sebagian besar santri sudah mampu melakukan komunikasi dasar, tetapi masih menghadapi kesulitan saat harus berdebat, menyampaikan argumentasi spontan, atau melakukan penalaran kritis.
“Santri memang terbukti cakap dalam komunikasi dasar, tapi mereka menghadapi tantangan besar pada aktivitas berbicara tingkat tinggi seperti debat, argumentasi spontan, dan penalaran kritis,” lanjutnya.
Sementara itu, Agung Ahdiansyah menilai salah satu penyebab kondisi tersebut berasal dari pola pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada ketepatan tata bahasa.
RADARSINGAPARNA.COM - Kegiatan Celebration Bobotoh for Humanity 2026 menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus…
RADARSINGAPARNA.COM - Indonesia kembali mengukuhkan posisinya di kancah internasional setelah menempati peringkat kedua kategori Muslim-Friendly…
RADARSINGAPARNA.COM - Kegiatan jual beli di Pasar Margalaksana yang berada di Desa Margalaksana, Kecamatan Sukaraja,…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah karena…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah kembali menghadirkan program diskon tarif transportasi pada masa libur sekolah 2026 serta…
This website uses cookies.