Ia mengatakan pendekatan yang terlalu fokus pada struktur kalimat dapat memengaruhi kepercayaan diri santri dalam berkomunikasi.
“Secara psikologis, fokus berlebih pada kebenaran struktur kalimat dapat memicu kecemasan di kalangan santri, sehingga dapat membatasi keberanian mereka dalam mengeksplorasi gagasan secara terbuka,” ungkap Agung.
Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan perubahan pendekatan pembelajaran bahasa di lingkungan pesantren.
Model pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual dinilai dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus melatih pola pikir kritis santri.
“Tentunya, dengan tetap mempertahankan karakteristik lokal dan nilai-nilai luhur kepesantrenan, materi pembelajaran bahasa ke depan diharapkan dapat dikembangkan secara bertahap untuk melatih cara berpikir kritis santri,” harapnya.
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengukuhkan capaian di tingkat Provinsi Jawa Barat melalui penghargaan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan rata-rata kecepatan internet nasional mencapai 100 Mbps…
RADARSINGAPARNA.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp4,5 miliar…
RADARSINGAPARNA.COM - Ampera Waterpark Tasikmalaya dipadati wisatawan selama masa libur sekolah dengan mayoritas pengunjung datang…
RADARSINGAPARNA.COM - Program diskon tarif penyeberangan selama masa libur sekolah telah dimanfaatkan oleh 1.086.400 penumpang…
RADARSINGAPARNA.COM - Suasana Pantai Santolo di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, dipenuhi ribuan masyarakat…
This website uses cookies.