Ia mengatakan pendekatan yang terlalu fokus pada struktur kalimat dapat memengaruhi kepercayaan diri santri dalam berkomunikasi.
“Secara psikologis, fokus berlebih pada kebenaran struktur kalimat dapat memicu kecemasan di kalangan santri, sehingga dapat membatasi keberanian mereka dalam mengeksplorasi gagasan secara terbuka,” ungkap Agung.
Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan perubahan pendekatan pembelajaran bahasa di lingkungan pesantren.
Model pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual dinilai dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus melatih pola pikir kritis santri.
“Tentunya, dengan tetap mempertahankan karakteristik lokal dan nilai-nilai luhur kepesantrenan, materi pembelajaran bahasa ke depan diharapkan dapat dikembangkan secara bertahap untuk melatih cara berpikir kritis santri,” harapnya.
RADARSINGAPARNA.COM - Indonesia menilai persoalan tata kelola media sosial dan platform digital kini membutuhkan kolaborasi…
RADARSINGAPARNA.COM – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN tahun 2026 resmi digelar di Jakarta…
RADARSINGAPARNA.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengoperasikan KA Pandalungan 2, kereta baru relasi…
RADARSINGAPARNA.COM – Pemerintah menargetkan penerapan mandatori biodiesel B50, bahan bakar ramah lingkungan, mulai 1 Juli…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah resmi mewajibkan verifikasi biometrik dalam registrasi kartu SIM prabayar melalui Peraturan Menteri…
RADARSINGAPARNA.COM – DPRD Kabupaten Tasikmalaya meminta pemerintah daerah melakukan perbaikan terhadap Surat Keputusan (SK) Bupati…
This website uses cookies.