”Daerah mulai dari Taraju, Karangnunggal, Cipatujah hingga Cikalong,” kata Nuraedidin.
Disinggung mengenai alat peringatan dini gempa dan tsunami, Nuraedidin mengatakan hingga saat ini belum ada early warning system di sepanjang pesisir pantai selatan Kabupaten Tasikmalaya.
Untuk itu, BPBD Kabupaten Tasikmalaya sudah mengajukan bantuan alat peringatan dini ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dia mengatakan early warning system jangan sampai hanya ada di Pantai Pangandaran, sedangkan di pesisir Kabupaten Tasikmalaya tidak ada.
”Kami sudah minta, mudah-mudahan ke depan ada sebagai pendeteksian,” kata mantan kepala Dinas Pertanian ini.
Untuk daerah selatan Tasikmalaya, kata dia, masih menggunakan alat peringatan berbasis kearifan lokal yakni kentongan.
”Sementara, itu salah satu alat yang memang efektif saat ini sebelum ada EWS,” tutur dia.
Page: 1 2
RADARSINGAPARNA.COM – Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya menyoroti rendahnya serapan anggaran tahun 2026. Mereka juga…
RADARSINGAPARNA.COM – Ribuan relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelaku UMKM, BUMDes, pemasok bahan pangan…
RADARSINGAPARNA.COM – Rencana pembukaan formasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya pada…
RADARSINGAPARNA.COM – New Honda Vario Evo 160 resmi hadir sebagai generasi terbaru skutik premium 160…
RADARSINGAPARNA.COM – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah mengusulkan kebutuhan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Sosial mematangkan seluruh persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 melalui rapat…
This website uses cookies.