“Now everyone is practically journalist,” ujar Oemar.
Ia menjelaskan bahwa dominasi media massa dan jurnalis profesional dalam produksi informasi kini mulai bergeser karena masyarakat dapat menyampaikan informasi secara langsung melalui platform digital.
Karena itu, Oemar menilai regulator dan lembaga pengawas media memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab kepada publik.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini justru datang dari platform digital global yang beroperasi melampaui batas yurisdiksi setiap negara.
Oemar menilai forum internasional seperti UNESCO semakin penting untuk membangun kesepahaman mengenai prinsip-prinsip tata kelola ruang digital yang berlaku secara global.
Pandangan yang berkembang dalam forum UNESCO IPDC tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia untuk memperkuat integritas informasi, meningkatkan kapasitas media menghadapi disrupsi teknologi, serta memastikan transformasi digital berlangsung secara inklusif dan bertanggung jawab.
Melalui keterlibatan aktif di UNESCO, Indonesia juga menegaskan perannya sebagai bagian dari komunitas internasional yang ikut berkontribusi dalam penyusunan arah kebijakan global mengenai masa depan media dan informasi.
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah kembali menghadirkan program diskon tarif transportasi pada masa libur sekolah 2026 serta…
RADARSINGAPARNA.COM – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN tahun 2026 resmi digelar di Jakarta…
RADARSINGAPARNA.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengoperasikan KA Pandalungan 2, kereta baru relasi…
RADARSINGAPARNA.COM – Pemerintah menargetkan penerapan mandatori biodiesel B50, bahan bakar ramah lingkungan, mulai 1 Juli…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah resmi mewajibkan verifikasi biometrik dalam registrasi kartu SIM prabayar melalui Peraturan Menteri…
RADARSINGAPARNA.COM – DPRD Kabupaten Tasikmalaya meminta pemerintah daerah melakukan perbaikan terhadap Surat Keputusan (SK) Bupati…
This website uses cookies.