Agustiana menjelaskan pemerintah menargetkan pendataan seluruh lahan sawah di Kabupaten Tasikmalaya dapat diselesaikan dalam tiga bulan ke depan.
Saat ini, data lahan sawah di Kabupaten Tasikmalaya dinilai belum sepenuhnya akurat. Luas wilayah pertanian yang tersebar di banyak kecamatan membuat masih ada lahan yang belum tercatat dalam basis data resmi.
Menurut Agustiana, sekitar 4.000 hektare lahan sawah yang masuk kawasan perlindungan sawah pertanian telah teridentifikasi. Angka tersebut diperkirakan akan bertambah setelah proses pendataan dilakukan secara menyeluruh.
Dia menegaskan pendataan menjadi langkah penting untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlangsungan lahan pertanian di masa depan.
Selain melindungi lahan pertanian, Tim Terpadu GTRA Plus juga diproyeksikan mendukung percepatan berbagai program pembangunan daerah.
Tim tersebut akan menjadi wadah koordinasi dalam penyediaan lahan untuk kepentingan publik. Beberapa program yang membutuhkan dukungan lahan antara lain pembangunan sekolah, fasilitas pendidikan, jalan, kawasan wisata, hingga infrastruktur lainnya.
RADARSINGAPARNA.COM – PT JETOUR Sales Indonesia resmi memperkenalkan JETOUR T1 untuk pasar Tanah Air. SUV…
RADARSINGAPARNA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga integritas dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Program Makan…
RADARSINGAPARNA.COM – Acer memperkenalkan empat laptop bisnis terbaru dalam ajang Computex 2026 di Taiwan. Seluruh…
RADARSINGAPARNA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada…
RADARSINGAPARNA.COM – Pengendara kini memiliki solusi saat lupa membawa SIM fisik. Korlantas Polri menghadirkan layanan…
RADARSINGAPARNA.COM – Acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat digelar di Bale Gede Gedung…
This website uses cookies.