Sampainya di rumah mertuanya, Asep menghubungi dan mengajak adiknya, Anto Herdiana menginap di rumahnya.
Namun, Anto malah memberitahukan bahwa ada orang muncul dari arah kebun sambil membawa senjata tajam.
Mendengar kabar seperti itu, Asep bergegas pulang ke rumah untuk memastikannya karena adik sendirian.
Terlebih lagi, di lingkungan Asep hanya ada dua rumah. Jauh dari pemukiman penduduk lainnya.
Dia bersama adiknya berjaga hingga pukul 00.00 WIB. Warga lain bersama aparat kepolisian ikut melakukan patroli.
Anto Herdiana menambahkan ketika duduk di depan rumah, tiba-tiba ada orang datang dari arah kebun belakang rumah.
”Saya coba senter pakai lampu hape, orang itu langsung lari,” katanya kepada wartawan.
Dia sempat mencoba akan mengejarnya. Namun karena orang misterius itu membawa senjata tajam, ia mengurungkan niat mengejarnya.
”Kejadian orang itu datang ba’da isya sekitar pukul 19.15,” ujarnya.
Sebelumnya, aksi teror ketuk pintu dikabarkan terjadi di Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
RADARSINGAPARNA.COM - Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PUTRLH)…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) menggelar Pelatihan Initial…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mencatat prestasi dengan menyabet gelar Juara Umum Anugerah…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama tim gabungan menggelar operasi penertiban kendaraan untuk meningkatkan kepatuhan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Agama mulai menyusun materi edukasi sebagai tindak lanjut atas Peraturan Presiden Nomor…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Indonesia memutuskan mengubah komposisi delegasi yang akan menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi…
This website uses cookies.