Kapolsek Puspahiang Iptu Dedi Haryana menjelaskan beberapa orang mengaku pernah diketuk pintunya. Salah satunya berstatus janda.
Meskipun peristiwa ketuk pintu itu ada namun tidak banyak jumlahnya. Cuma beberapa orang yang mengaku pernah diketuk pintunya.
Kapolsek memastikan teror ketuk pintu disertai pembacokan dan pemerkosaan merupakan informasi bohong alias hoax.
Dedi meminta masyarakat tidak terpancing oleh informasi bohong alias hoax tersebut.
Dia berharap aksi iseng ketuk pintu tidak terjadi lagi. Jika sudah meresahkan dapat ditindak secara hukum.
Dedi juga meminta tidak membuat gaduh dan tidak lagi melakukan aksi ketuk pintu yang membikin takut warga.
”Kami kepolisian tidak akan tinggal diam kalau memang sudah meresahkan,” kata dia, Kamis 12 September 2024 lalu.
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengukuhkan capaian di tingkat Provinsi Jawa Barat melalui penghargaan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan rata-rata kecepatan internet nasional mencapai 100 Mbps…
RADARSINGAPARNA.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp4,5 miliar…
RADARSINGAPARNA.COM - Ampera Waterpark Tasikmalaya dipadati wisatawan selama masa libur sekolah dengan mayoritas pengunjung datang…
RADARSINGAPARNA.COM - Program diskon tarif penyeberangan selama masa libur sekolah telah dimanfaatkan oleh 1.086.400 penumpang…
RADARSINGAPARNA.COM - Suasana Pantai Santolo di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, dipenuhi ribuan masyarakat…
This website uses cookies.