Baca Juga: Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran Kampanye, Ada Bahan Pokok dengan Specimen Surat Suara
Josner menduga para korban perundungan fisik ini berasal di salah satu madrasah tsanawiyah di Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya.
”Dugaannya menimpa pelajar salah satu sekolah,” katanya saat ditemui di Polres Tasikmalaya, Jumat 4 Oktober 2024.
Berdasarkan hasil pengamatan, kata dia, ada 20 orang yang menjadi korban. Sementara pelaku satu orang meski yang terekam dua orang.
Polisi juga mendalami perekam dan penyebar video itu untuk memastikan secara fakta. Apakah semua pelajar menjadi korban, pihak kepolisian masih mendalaminya.
Pihak kepolisian tidak gegabah dalam menanganinya karena ada guncangan psikis korban dan keluarga sehingga ada langkah terapi psikis.
Polisi mengidentifikasi bahwa pelaku dan korban merupakan anak di bawah umur. Proses hukumnya akan mengedepankan kepentingan anak.
”Pelaku maupun korban masih anak-anak seperti yang diindikasi dalam video. Maka kita akan lakukan sistem peradilan anak sesuai UU Nomor 11 tahun 2012,” ujar dia.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Ridwan Budiarta menyatakan akan mengambil langkah hukum yang tepat terkait dengan kasus tersebut.
RADARSINGAPARNA - OpenAI Sora 2 resmi diluncurkan sebagai aplikasi video AI baru. Platform ini dirancang…
RADARSINGAPARNA - Meta Vibes resmi hadir sebagai tren baru video generatif. Platform ini memungkinkan pengguna…
RADARSINGAPARNA - Adobe Firefly Boards resmi dirilis dengan inovasi besar. Platform ini menghadirkan video AI…
RADARSINGAPARNA - Di era digital saat ini, banyak orang ingin merasakan pengalaman liburan tanpa harus…
RADARSINGAPARNA - Drama Korea tidak hanya populer karena alur cerita yang menarik, tetapi juga karena…
RADARSINGAPARNA - Kini, royalti konten bisa mengalir otomatis bagi para penerbit digital. Microsoft AI Marketplace…
This website uses cookies.