Kedua, manfaat sosial.
Orang yang kehilangan kemampuan berbicara karena kondisi medis dapat memanfaatkan teknologi ini untuk kembali memiliki suara dengan gaya yang mirip miliknya.
Ketiga, inovasi hiburan.
Film animasi, audiobook, hingga game bisa menghadirkan pengalaman baru dengan variasi suara unik yang dihasilkan oleh AI.
Kehadiran teknologi ini jelas memperluas kreativitas dan memudahkan proses produksi konten digital.
Di balik manfaatnya, kekurangannya juga perlu diperhatikan.
Masalah pertama adalah penyalahgunaan.
Suara palsu bisa digunakan untuk menipu orang lain, misalnya dalam penipuan berbasis telepon atau voice phishing.
Masalah kedua adalah hilangnya orisinalitas.
Jika suara bisa digandakan, maka keunikan suara penyanyi, aktor, atau pengisi suara bisa berkurang nilainya.
Masalah ketiga adalah ketergantungan.
Penggunaan berlebihan untuk hiburan bisa membuat orang lupa pentingnya keterampilan alami dalam seni suara.
Inilah yang membuat kekurangan teknologi ini tidak bisa dianggap remeh.
Lebih jauh, bahaya dari penggunaan AI yang satu ini terbukti nyata karena sudah ada kasus penyalahgunaan di dunia digital.
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah mulai mempercepat langkah diversifikasi energi setelah Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri…
RADARSINGAPARNA.COM— Bek Persib Bandung Kakang Rudianto menjagokan Portugal untuk meraih trofi Piala Dunia 2026. Euforia…
RADARSINGAPARNA.COM — Pelatih baru Persib Igor Tolic siapkan skuad Persib Bandung untuk berlaga di ASEAN…
RADARSINGAPARNA.COM - Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, meluruskan anggapan yang…
RADARSINGAPARNA.COM - Peringatan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis tahun 2026 berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan…
RADARSINGAPARNA.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan penanaman kedelai di lahan seluas 210…
This website uses cookies.