Karena itu, ia menegaskan kemampuan memahami klasifikasi serta prosedur penanganan dangerous goods menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki seluruh personel yang terlibat dalam rantai logistik dan operasi penerbangan.
Nugroho juga mengapresiasi sinergi antara BP3 Curug dan TNI AU dalam menyelenggarakan pelatihan sebagai langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor penerbangan.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai klasifikasi barang berbahaya, teknik pengemasan, pelabelan, penandaan, hingga prosedur pengiriman melalui pesawat udara berdasarkan standar nasional dan internasional.
Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan mampu mendorong personel TNI AU menerapkan prosedur penanganan barang berbahaya secara aman, tepat, dan bertanggung jawab di setiap satuan.
Kolaborasi Kementerian Perhubungan dan TNI AU ini juga mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat sistem transportasi yang aman, andal, dan berstandar internasional.









