Pihak pesantren meminta BBWS segera memulihkan aliran air yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan para santri.
Selain itu, pesantren juga berharap tersedia pasokan air alternatif selama proyek normalisasi Sungai Cikunten masih berlangsung.
Pengurus turut meminta penjelasan resmi terkait penghentian aliran air serta rencana penanganan yang akan dilakukan oleh pihak terkait.
Mereka juga mendesak adanya langkah darurat agar kegiatan pendidikan, ibadah, dan sanitasi di lingkungan pesantren tidak terganggu lebih lama.
“Apabila dalam waktu tujuh hari sejak somasi ini disampaikan tidak terdapat tindakan nyata dan solusi yang jelas, maka kami akan menempuh langkah-langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku,” kata dia.
Langkah lanjutan tersebut dapat berupa pengaduan kepada instansi terkait hingga advokasi publik untuk memperjuangkan hak santri memperoleh akses air bersih.
Ajeb menegaskan bahwa air merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan di lingkungan pesantren.
“Saya ingin menyampaikan sesuatu kepada pihak BBWS. Kami di pesantren tidak pernah menolak pembangunan. Kami paham bahwa pembangunan itu penting. Tapi yang menjadi pertanyaan kami, mengapa ketika aliran air dihentikan, pesantren tidak mendapatkan solusi yang memadai?” tanya dia.
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengukuhkan capaian di tingkat Provinsi Jawa Barat melalui penghargaan…
RADARSINGAPARNA.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan rata-rata kecepatan internet nasional mencapai 100 Mbps…
RADARSINGAPARNA.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp4,5 miliar…
RADARSINGAPARNA.COM - Ampera Waterpark Tasikmalaya dipadati wisatawan selama masa libur sekolah dengan mayoritas pengunjung datang…
RADARSINGAPARNA.COM - Program diskon tarif penyeberangan selama masa libur sekolah telah dimanfaatkan oleh 1.086.400 penumpang…
RADARSINGAPARNA.COM - Suasana Pantai Santolo di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, dipenuhi ribuan masyarakat…
This website uses cookies.