Pihak pesantren meminta BBWS segera memulihkan aliran air yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan para santri.
Selain itu, pesantren juga berharap tersedia pasokan air alternatif selama proyek normalisasi Sungai Cikunten masih berlangsung.
Pengurus turut meminta penjelasan resmi terkait penghentian aliran air serta rencana penanganan yang akan dilakukan oleh pihak terkait.
Mereka juga mendesak adanya langkah darurat agar kegiatan pendidikan, ibadah, dan sanitasi di lingkungan pesantren tidak terganggu lebih lama.
“Apabila dalam waktu tujuh hari sejak somasi ini disampaikan tidak terdapat tindakan nyata dan solusi yang jelas, maka kami akan menempuh langkah-langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku,” kata dia.
Langkah lanjutan tersebut dapat berupa pengaduan kepada instansi terkait hingga advokasi publik untuk memperjuangkan hak santri memperoleh akses air bersih.
Ajeb menegaskan bahwa air merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan di lingkungan pesantren.
“Saya ingin menyampaikan sesuatu kepada pihak BBWS. Kami di pesantren tidak pernah menolak pembangunan. Kami paham bahwa pembangunan itu penting. Tapi yang menjadi pertanyaan kami, mengapa ketika aliran air dihentikan, pesantren tidak mendapatkan solusi yang memadai?” tanya dia.
RADARSINGAPARNA.COM— Kisah kebersamaan Ernando Ari Sutaryadi dengan Persebaya Surabaya dipastikan belum berakhir. Sudah resmi Ernando…
RADARSINGAPARNA.COM— Gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha menorehkan perjalanan karier yang istimewa di usia yang…
RADARSINGAPARNA.COM – Setelah harga BBM non subsidi mengalami kenaikan, banyak pengguna mencari kendaraan yang lebih…
RADARSINGAPARNA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta para orang tua dan calon peserta didik…
RADARSINGAPARNA.COM – Kenaikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax memicu lonjakan pembeli Pertalite di sejumlah…
RADARSINGAPARNA.COM – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Indonesia kembali menjadi…
This website uses cookies.