Ia kembali menekankan bahwa pihak pesantren telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur komunikasi yang baik.
“Kami sudah menempuh jalur yang baik. Kami sudah melakukan audiensi. Kami sudah menyampaikan kondisi yang kami alami. Namun sampai hari ini, kami masih menunggu langkah nyata. Karena itu, kami meminta kepada BBWS untuk segera memberikan solusi atas persoalan ini,” dorong dia.
Menurutnya, pesantren hanya menginginkan terpenuhinya hak dasar para santri untuk memperoleh akses air yang layak.
“Semoga suara ini didengar, dan semoga persoalan ini bisa segera diselesaikan dengan baik,” tambah dia.
Hingga Rabu 10 Juni 2026, pihak BBWS Wilayah Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi saat dimintai tanggapan mengenai persoalan tersebut.
Diketahui, proyek normalisasi Sungai Cikunten dilaksanakan oleh Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) di lingkungan kerja BBWS Citanduy.
Satuan kerja tersebut memiliki tugas merencanakan, membangun, dan mengelola berbagai prasarana sumber daya air untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.
RADARSINGAPARNA.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat akan menggelar West Java International Industry…
RADARSINGAPARNA.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat layanan digital di bidang ketenagakerjaan. Salah satunya melalui…
RADARSINGAPARNA.COM – PT Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak alias BBM non subsidi…
RADARSINGAPARNA.COM— Hot news dalam update transfer, Persib siap datangkan Jese Rodriguez ke Bandung. Eks striker…
RADARSINGAPARNA.COM - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melakukan kunjungan ke Istana Negara pada Selasa (9/6/2026) untuk…
RADARSINGAPARNA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan untuk memperpanjang waktu pengisian data Pemetaan Calon Murid…
This website uses cookies.