Dalam pengelolaan pasar rakyat, aspek aksesibilitas, area parkir, kelancaran arus pengunjung, hingga distribusi barang menjadi faktor yang sangat menentukan tingkat kunjungan.
Apabila berbagai unsur tersebut tidak direncanakan secara menyeluruh, aktivitas perdagangan berpotensi menurun meski kondisi bangunan pasar masih layak digunakan.
Situasi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah agar pembangunan sarana ekonomi masyarakat tidak hanya berorientasi pada penyediaan bangunan fisik.
Kajian kelayakan, kebutuhan pedagang, pola mobilitas pengunjung, dan potensi pasar di wilayah setempat juga dinilai perlu menjadi perhatian dalam setiap perencanaan.
Keberhasilan sebuah pasar dinilai tidak hanya dilihat dari banyaknya kios yang dibangun, tetapi juga dari tingkat keterisian kios, frekuensi transaksi, serta dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Camat Sukaraja, Ari Fitriadi, mengakui bahwa aktivitas perdagangan di Pasar Margalaksana saat ini memang mengalami penurunan.
Menurutnya, hanya sebagian masyarakat yang masih memanfaatkan pasar tersebut untuk berjualan.
“Kami sudah sampaikan kepada dinas terkait agar membuat program supaya Pasar Margalaksana ini bisa kembali ramai dan aktivitas perekonomian masyarakat kembali menggeliat,” ungkap Ari.









