Melalui Program Corporate University, seluruh pegawai dapat mengikuti pelatihan bahasa Inggris, bahasa Arab, baca tulis Al-Qur’an (BTQ), tata naskah dinas, keprotokolan, master of ceremonies (MC), desain grafis, jurnalistik, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung kinerja.
Ditjen Bimas Islam juga menyediakan pelatihan sertifikasi seperti mediator, Certified Human Resource Management (CHRM), Regulatory Impact Assessment (RIA), serta pelatihan analisis hukum, penyusunan policy brief, teknologi informasi, analis data, kompetensi keuangan, pengadaan barang dan jasa, dan pengelolaan arsip.
Menurut Lubenah, seluruh materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan organisasi agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Ia menilai peningkatan kompetensi ASN tidak hanya memperluas pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi pelayanan yang lebih efektif, profesional, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami mengajak seluruh pegawai memanfaatkan In House Training sebagai ruang belajar bersama untuk meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme. Budaya belajar yang terus tumbuh akan memperkuat kinerja organisasi sekaligus meningkatkan mutu layanan Ditjen Bimas Islam kepada masyarakat,” tandas Lubenah.









